LEKSIKOLOGI BAHASA JAWA
Makna
Akronim dan Singkatan dalam Bahasa Jawa
Oleh:
Dian Kurniawati
C0110015
Fakultas Sastra dan Seni Rupa
Sastra Daerah untuk Sastra Jawa
Universitas Sebelas Maret Surakarta
BAB I
PENDAHULUAN
A.
LATAR BELAKANG MASALAH
Singkatan ialah bentuk yang dipendekkan yang terdiri atas satu
huruf atau lebih. Penyingkatan merupakan gejala umum dalam bahasa Jawa. Orang
suka membuat singkatan, untuk efisiensi. Dalam hal ini penulisan buku, misalnya
bausastra atau kamus, penulis cenderung untuk membuat singkatan yang sebelumnya
diterangkan di dalam suatu daftar singkatan. Sedangkan akronim, ialah singkatan
yang berupa gabungan huruf awal, gabungan suku kata, ataupun gabungan huruf dan
suku kata dari deret kata yang diperlakukan sebagai kata. Singkatan merupakan
kependekan bentuk (kata atau kelompok kata) yang berupa huruf atau gabungan
huruf, baik yang dilafalkan huruf demi huruf ataupun yang tidak. Sedangkan
Akronim yaitu kependekan yang berupa gabungan huruf atau suku kata atau bagian
lain yang ditulis dan dilafalkan sebagai kata yang wajar.
B.
RUMUSAN MASALAH
1. Apa makna dari singkatan dan akronim?
2. Apa saja contoh dari singkatan dan
akronim yang terdapat dalam bahasa jawa?
C.
TUJUAN PENULISAN
Agar kita dapat mengetahui tentang makna
dari singkatan serta akronim yang sebenarnya sering kita gunakan dan kita
perdengarkan dalam kehidupan kita sehari – hari. Dan untuk mengetahui beberapa
contoh dari singkatan dan akronim yang biasa kita gunakan dalam konteks bahasa
jawa.
D.
MANFAAT
PENULISAN
Penulisan ini dapat memberikan
pengetahuan baru terhadap masyarakat pada umumnya tentang singkatan dan
akronim. Sehingga dapat mempergunakannya dengan baik. Dapat menjadikan
masyarakat lebih kreatif dalam memberi singkatan atau akronim baru yang dapat
digunakan.
BAB II
PEMBAHASAN
1. Singkatan
Penyingkatan merupakan gejala umum dalam bahasa Jawa. Orang suka
membuat singkatan, untuk efisiensi. Dalam hal ini penulisan buku, misalnya
bausastra atau kamus, penulis cenderung untuk membuat singkatan yang sebelumnya
diterangkan di dalam suatu daftar singkatan. Bentuk yang disingkat pada umumnya
lebih panjang daripada singkatannya. Singkatan dapat disejajarkan dengan kata.
Singkatan dalam bahasa Jawa dapat dijumpai dalam singkatan nama gelar
bangsawan, singkatan dalam buku-buku. Singkatan memendekkan beberapa kata
dengan memanfaatkan huruf awal dari kata-kata yang hendak dipendekkan dan
ditulis dalam huruf kapital tanpa memberi tanda titik. Singkatan pada umumnya
banyak terdapat dalam bahasa Indonesia.
Dalam bahasa Jawa banyak pula ditemui singkatan – singkatan. Seperti
yang terdapat dalam gelar kebangsawanan.
Seperti contoh berikut :
1. S.I.S.K.S :
Sampeyandalem Ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan.
2. K.P.H. :
Kanjeng Pangeran Harya.
3. G.P.H. :
Gusti Pangeran Harya.
4. B.R.M. :
Bandara Raden Mas.
5. G.R.Ay. : Gusti
Raden Ayu.
6. R.T. : Raden Tumenggung.
7. K.R.T. : Kanjeng
Raden Tumenggung
Selain dalam gelar kebangsawanan seperti
contoh diatas, adapula singkatan yang terdapat dalam buku – buku. Seperti contohnya;
1. ki : krama
inggil
2. ku : krama
ngoko
3. lsp : lan
sapanunggalane
4. ip :
inggih punika
5. JB : Jaya
Baya
6. PS :
Penyebar Semangat
7. LSW : layang
Saka Warga
Singkatan juga sering menjadi sasaran plesetan. Baik dalam bahasa
Indonesia maupun dalam bahasa Jawa. Berikut contohnya:
1. RSS -->
( Rumah Sangat Sederhana ) --> Rumah Sangat Sengsara.
2. KUHP --> ( Kitab
Undang – Undang Hukum Pidana) --> Kasih Uang Habis Perkara.
3. Perbangkin --> (
Persatuan Bank Indonesia) --> Persatuan Bathuk Kinclong.
2. Akronim
Untuk singkatan
yang tidak dapat diucapkan sebagai mana layaknya sebuah kata, maka penulisannya
adalah seperti apa yang terucap dari singkatan itu. Pengakroniman sebenarnya hampir sama dengan
penyingkatan, hanya saja secara tegas dinyatakan bahwa pengakroniman merupakan
penyingkatan yang pelafalannya seperti kata. Singkatan dan akronim itu lazimnya
dibuat berdasarkan atas tulisan beraksara latin. Sedangkan akronim yang bisa
diucapkan sebagai kata, maka dituliskan sebagai mana layaknya sebuah kata. Akronim
dalam bahasa Jawa misalnya dijumpai di dalam:
1.
Nama
paguyuban.
a.
Pakasa
: Paguyuban
Karaton Surakarta.
b.
Sangpawara
: Sanggar Pasinaon Pambiwara.
c.
Pasipamarta
: Paguyuban Purna Siswa Pambiwara
Marcukundha Karaton Surakarta Hadiningrat.
d.
Purigadhing
: Campur Sari Warga Gadhing.
2.
Nama
panggilan.
a.
Budhe
: Ibu gedhe.
b.
Pakdhe
: Bapak gedhe.
c.
Bulik
: Ibu cilik.
d.
Paklik
: Bapak cilik.
3.
Jarwa
dhosok.
a.
Kathok
: Diangkat
sithok-sithok.
b.
Guci
lenga kayu gayuk : Lugu suci
mentheleng lunga, kaku ngguyu lega sayuk.
c.
Pilus
: Pipi
alus.
d.
Dhekwur
: Cendhek
dhuwur.
e.
Thukmis
: Bathuk
klimis.
f.
Lunglit
: Balung
kulit.
g.
Krikil
: Keri
nyang sikil.
h.
Tuan
sinyo : Untu
gedawan, gusi menyonyo
i.
Mercy
: Pamer
gusi
4.
Ajaran
atau semboyan.
5.
Istilah
populer.
a.
Bonek
: bandha
nekat
b.
Congdhut
: keroncong
ndhangdhut
c.
Ciblek
: cilik
betah melek
Adapula akronim
yang menyingkatkan sebuah daerah tertentu. Seperti misal :
1.
Semarang
Solo Yogya -->
Semar Loyo.
2.
Batang,
Pemalang, Semarang , Kendal --> Dibalang Sendal Purwodadi.
3.
Karanganyar,
Sukoharjo, Boyolali, Solo, Klaten --> Kasur Bosok.
4.
Surakarta
, Sukoharjo, Mboyolali, Kartasura, Delanggu --> Susu Mbokde.
5.
Panjatan,
Tegalan, Kulwaru, Temon, Toyan, Kokap --> Tanteku Montok
Adapula akronim yang menggunakan nama orang. Contoh:
1.
Willem
Ortano --> Dijawil Gelem Ora Tau
Nolak.
2.
Toni
Boster --> Waton Muni Ndobose
Banter.
BAB III
KESIMPULAN
Kita mengetahui kini bahwa penyingkatan merupakan gejala umum dalam
bahasa Jawa. Orang suka membuat singkatan, untuk efisiensi. Baik itu dalam
bahasa Indonesia atau pun bahasa Jawa. Baik itu umum atau plesetan. Semua
singkatan bertujuan untuk efisiensi. Singkatan memendekkan beberapa kata dengan
memanfaatkan huruf awal dari kata-kata yang hendak dipendekkan dan ditulis
dalam huruf kapital tanpa memberi tanda titik.
Sedangkan akronim merupakan
yang berupa gabungan huruf atau suku kata atau bagian lain yang ditulis
dan dilafalkan sebagai kata yang wajar. Bisa
diucapkan sebagai kata, maka dituliskan sebagai mana layaknya sebuah
kata. Sebagian akronim berupa plesetan. Baik dalam bahasa Indonesia atau bahasa
Jawa.
DAFTAR PUSTAKA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar